Etika Dan Agama

Penerapan dan penggajaran ilmu etika dapat dilakukan oleh siapa saja, masyarakat dan orangtua memilki andil yang lebih dominan. Adapun beberapa hal yang dapat memberikan pembelajaran etika bagi seseorang, diantaranya:

1. Keluarga/Orang tua

Dalam keadaan ini mereka mengajarkan bagaimana cara melakukan kegiatan yang berkaitan tentang rasa hormat, tanggungjawab dan menghargai. Namun, penerapan ini tidak dilakukan secara global. Pemahaman yang berbeda-beda tentang etika membuat hal ini dirasa sangat mengkhawatirkan. Sebab contoh terdekat adalah keluarga. Apabila dirumah tidak mendapatkan pendidikan atau contoh tentang berprilaku maka wajar apabila pada masyarakat akan timbul penyakit egois, cuek, kasar dan sombong.

2. Masyarakat

Lingkungan merupakan faktor kedua yang sangat berpengaruh dengan tumbuh kembang prilaku seseorang. Dalam masyarakat sendiri memiliki beberapa etika yang harus diperhatikan. Di Indonesia misalnya, dengan banyaknya keragaman suku bangsa menyebabkan diperlukannya etika untuk menyatukan semuanya, baik secara komunikasi dan bertegur-sapa. Tapi, sering kali hal ini tidak diindahkan oleh beberapa pihak. Dengan mengatas namakan etnis atau kelompok saling menjajah yang lain.

Kekacauan pada masyarakat merupakan permasalahan etika. Keragaman tidak akan menjadi kendala dalam berinteraksi. Keterkaitan keluarga dan masyarakat sangat erat. Bila tidak ada pembekalan maka yang terjadi adalah hukuman yang akan dibebankan kepadanya. Ini menjadi semacam traumatis sehingga enggan untuk beriteraksi, ini dampak paling fatal.

Dalam masyarakat sendiri memilki beberapa etika. Makan, bertutur kata, pakaian dan lain-lain.

3. Agama

Agama sebenarnya sangat ideal dengan etika. Mengapa hal ini dapat terjadi? Dalam agama ada 2 etika yang diajarkan, ialah:

a) Hubungan dengan manusia

Etika ini tidak jauh berbeda dengan apa yang diajarkan oleh masyarakat ataupun keluarga. Hanya saja dalam agama perilaku memilki batasan yang jelas, karena Tuhan sendiri yang mengatur itu. Etika yang diajarkan oleh agama-agama sebenarnya menciptakan rasa aman dan nyaman dalam berinteraksi bahkan hidup. Menjadi keliru ketika ajaran agama mengajarkan tentang tindakan anarkisme dan radikal.

b) Hubungan dengan Alam

Kaitan agama lebih besar cakupannya dari apa yang diajarkan masyarakat. Hubungan dengan alam menjadi suatu hal yang hampir dilupakan oleh manusia, namun beberapa personal atau kelompok telah menyadari akan hal ini. Agama tidak hanya mangajarkan tentang hal-hal yang berkaitan untuk ibadah dan manusia, tapi demi kelangsungan hidupku menjadi perhatian tersendiri.

c) Hubungan dengan Tuhan

Ini merupakan esensi dari ajaran agama. Mengapa begitu? Karena sesungguhnya agama diturunkan oleh Tuhan untuk mengajarkan bagaimana etika dan tatacara berinteraksi dengan-Nya.

Dengan adanya etika maka kehidupan akan tentram dan damai. Dimana kita dapat mencari pembelajaran etika? Semua telah kita bahas di atas. Sehingga negara yang memilki masyarakat beretika akan tentram tapi akan mengalami sebuah kekurangan, tapi beberapa personal dan kelompok telah berhasil menyempurnakannya. Hubungan antara sang pencipta dan alam akan menjadi pelengkap dari kekurangan itu. Dan agama merupakan salah satu jawaban atas itu.

Penulis : say hi...randi ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Etika Dan Agama ini dipublish oleh say hi...randi pada hari Selasa, 25 Oktober 2011. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Etika Dan Agama
 

0 komentar:

Posting Komentar